Home » , , , » Hidup : Tugas, Tujuan dan Fungsinya

Hidup : Tugas, Tujuan dan Fungsinya

Untuk apa manusia diciptakan ? Untuk apa saya dihidupkan ?
Jawabannya ada pada 3 hal dibawah ini  :

1. Tugas Hidup : Beribadah (Menyembah Alloh)

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ
"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah (meyembah) kepadaKU" (QS. 51, 56)

Keberhasilan manusia melaksanakan tugas hidupnya berarti mempertahankan dan menempatkan dirinya sebagai makhluk (ciptaan) terbaik. Kegagalannya membawa pada posisi lebih buruk dari binatang. (QS. 95, 4-5)


2. Tujuan Hidup : Menggapai Ridho Alloh SWT

إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءً۬ وَلَا شُكُورًا
Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanya untuk mengharapkan keridhoan Alloh. Kami tidak inginkan balasan dari kamu dan tidak juga ucapan terima kasih. (QS. 76, 6)

إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ وَجۡهِ رَبِّهِ ٱلۡأَعۡلَىٰ 
Tetapi karena mencari keridhoan Tuhannya Yang Maha Tinggi (QS. 92, 19)

Tujuan, motivasi atau niat inilah yang menentukan kualitas ucapan dan perbuatan manusia di mata Alloh SWT. Ridho Alloh adalah tujuan akhir yang mutlak. Tdk bisa digantikan atau ditukar dengan yang lain. 


3. Fungsi Hidup : Menyebarkan Rahmat ke semesta alam. (meneruskan missi para Rosul, para nabi, dan para waliyulloh)

Perhatikanlah QS. 21, 107-112

وَمَآ أَرۡسَلۡنَـٰكَ إِلَّا رَحۡمَةً۬ لِّلۡعَـٰلَمِينَ (١٠٧) قُلۡ إِنَّمَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُڪُمۡ إِلَـٰهٌ۬ وَٲحِدٌ۬‌ۖ فَهَلۡ أَنتُم مُّسۡلِمُونَ (١٠٨) فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُلۡ ءَاذَنتُڪُمۡ عَلَىٰ سَوَآءٍ۬‌ۖ وَإِنۡ أَدۡرِىٓ أَقَرِيبٌ أَم بَعِيدٌ۬ مَّا تُوعَدُونَ (١٠٩) إِنَّهُ ۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ وَيَعۡلَمُ مَا تَڪۡتُمُونَ (١١٠) وَإِنۡ أَدۡرِى لَعَلَّهُ ۥ فِتۡنَةٌ۬ لَّكُمۡ وَمَتَـٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ۬ (١١١) قَـٰلَ رَبِّ ٱحۡكُم بِٱلۡحَقِّ‌ۗ وَرَبُّنَا ٱلرَّحۡمَـٰنُ ٱلۡمُسۡتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ (١١٢)

Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk [menjadi] rahmat bagi semesta alam. (107) Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka hendaklah kamu berserah diri [kepada-Nya]". (108) Jika mereka berpaling, maka katakanlah: "Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian [ajaran] yang sama [antara kita] dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?". (109) Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan [yang kamu ucapkan] dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan. (110) Dan aku tiada mengetahui boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai kepada suatu waktu. (111) [Muhammad] berkata: "Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan". (112)

Inilah Missi Para Rosul. Inilah Tugas nubuwwah dan kewalian.
Sudah menjadi menjadi komitmen setiap muslim untuk meneruskan Missi-nya Para Rosul, Para nabi dan Para waliyulloh ini. (QS. 16, 36)
Tiada mampu kamu memberikan roti jika kamu tak mempunyai roti. Maka Milikilah "Rahmat Alloh" Kemudian sebarkanlah. Saya ingin ikut dan menjadi bagian dari "Para Penerus Missi Kenabian" !!. Apakah saya sudah memiliki banyak "Rahmat Alloh" secara paripurna, sehingga saya bisa membagi-bagikannya ? perhatikanlah uraian dibawah ini, bukalah Al Qur'anmu atau kamu bisa meangaksesnya secara online pada LINK INI.

Tanda-Tanda Manusia yang diberi Rahmat Alloh :

1. Orang tsb diberi kemampuan dan kekuatan menegakkan sholat dan qiyamullail. (QS. 39, 9)
2. Org tsb mudah berkonsentrasi membaca dan mendengarkan kajian Al Qur'an dan Asssunnah, khusyu dalam tadabbur dan menenggelami Ayat-Ayat Alloh SWT. (QS .7, 204)
3. Org tsb suka dan senang dengan zakat, infaq, shodaqoh dan Qurban. (QS. 24, 56)
4. Diberi kemampuan untuk gampang meneladani Rosul (akhlak, Jihad dan Tata cara peribadatannye).
5. Diberi Kesabaran.(QS. 39, 10)
6. Diberi kemampuan untuk Istiqomah dalam dzikrulloh.(QS. 7, 204) (QS. 13, 28)

Hubungan Tugas, Tujuan dan Fungsi Hidup 
-- Sempurnanya pelaksanaan tugas hidup dan tujuan hidup dapat diukur dari sejauhmana keduanya mendorong terciptanya fungsi hidup.
-- Semakin benar tugas hidup (diukur dari syariat) dan semakin bersih (suci) tujuan hidup maka akan semakin sempurna pelaksanaan fungsi hidup.

0 komentar:

Poskan Komentar