Download Download Ebook Jihad : Pidato Syaikh Mukhtar Abu Az-Zubair


Pidato Syaikh Mukhtar Abu Az-Zubair
(Amir Harokah Asy-Syabab Al-Mujahidin)
"KEPADA KAUM MUSLIMIN DI DAERAH WILAYAH ISLAM SOMALIA"

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh Robb semesta alam. Kemuliaan bagi mereka yang beriman dan takut kepada Alloh. Dan kehinaan bagi orang-orang yang dzolim.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Muhammad sholallohu ‘alahi wa sallam beserta para sahabatnya. Wa ba’d:


Assalamu’alaikum wa rahmatullohi wa barakatuh

Salam untuk seluruh Umat Islam dimanapun mereka berada dan terkhusus bagi saudara kami di Negara Somalia di daerah Wilayah Islam yang sedang menghadapi perang Salib. Alloh azza wa jalla berfirman:

“Manusia itu semula agamanya satu. Kemudian mereka berselisih tentang kekuasaan Alloh. Lalu Alloh mengirimkan para Nabi untuk menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin dan ancaman kepada orang-orang kafir. Kepada kaum Yahudi dan Nasrani telah diturunkan Taurat dan Injil yang mengajarkan hukum-hukum yang benar, untuk mengadili manusia dalam perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. Al-Baqoroh: 213).

Alloh azza wa jalla menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini hanya untuk beribadah kepada-Nya. Maka dari itu Dia mengutus para Nabi dan Rosul dan menurunkan wahyu sebagai pedoman hidup mereka. Dan karena itulah manusia terbagi dalam dua golongan yakni mereka yang beriman –kepada Alloh dan Rosul-Nya- dan mereka yang “ingkar” kepada-Nya –Kafir-. Dua golongan ini akan selalu bertentangan dan saling mengalahkan; dan ini merupakan suatu “Sunatulloh”. Hal ini pun telah diterangkan oleh Alloh azza wa jalla dalam Al Qur’an, Sunah Rosul-Nya dan sejarah para Khalifah Rosyidah. Terdapat banyak sekali contoh dan peristiwa yang berkaitan dengan permasalahan ini, yakni pertentangan antara Kubu Iman dengan Kubu Kekufuran.

Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai dua pertempuran besar antara Kubu Iman dan Kubu Kekufuran.

Pertama, yakni Pertempuran Ahzab, yakni ketika Kubu orang-orang kafir bersatu membentuk sebuah Aliansi Kekafiran untuk mengepung dan menyerang Kota Madinah. Dimana Madinah pada saat itu merupakan Ibukota Negara Islam pertama yang dipimpin langsung oleh Rosululloh sholallohu ‘alahi wa sallam. Tujuan mereka yakni untuk menghancurkan dan melenyapkan Islam dari muka bumi ini. Dan Alloh-pun mengabadikan dan menggambarkan kepada kita bagaimana peristiwa itu terjadi.

“Alloh azza wa jalla berfirman, ‘Ketika pasukan sekutu (Aliansi) Musyrik menyerbu kalian dari atas bukit dan dari lembah (dari berbagai arah), mata kalian terbelalak ketakutan dan denyut jantung kalian berdegup nyaris berhenti. Saat itu kalian berprasangka buruk kepada Alloh dengan berbagai sangkaan.” (QS. Al-Ahzab:10).

Alloh azza wa jalla menyatakan bahwa pada saat itu, musuh datang dari segala penjuru. Sehingga mata dan hati manusiapun dalam keadaan takut dan ragu terhadap janji Alloh. Pada saat itulah Alloh azza wa jalla mengajarkan kepada kita bahwa pertempuran merupakan sebuah ujian bagi orang-orang beriman dan alat terbaik untuk menguji kesungguhan akan keimanan kita. Sehingga nyatalah siapa yang sungguh-sungguh beriman dan siapa yang munafik. Dimana Alloh azza wa jalla menggambarkan bagaimana orang-orang beriman ketika menghadapi situasi genting tersebut, dengan berfirman;

“Ketika orang-orang beriman melihat tentara sekutu Musyrik datang, mereka berkata, ‘Inilah tentara musuh yang sebelumnya telah dijanjikan Alloh dan RosulNya untuk berperang dengan kita. Sungguh janji Alloh dan RosulNya adalah benar.’. Orang-orang beriman justru bertambah kuat iman dan rasa pasrahnya kepada Alloh ketika musuh mereka datang.” (QS. Al-Ahzab: 22).

Alloh azza wa jalla menjelaskan bahwa orang-orang beriman melihat peristiwa ini sebagai realisasi dari janji Alloh dan Rosul-Nya (mengenai pertempuran antara kubu Iman dan kubu Kekafiran –pent). Dimana penderitaan dan kesulitan yang mereka alami hanya akan menambah keimananan dan penyerahan diri mereka kepada Alloh azza wa jalla. Dan juga menambah ketaatan mereka kepada seluruh perintah Alloh dan Rosul-Nya. (Karena mereka semakin yakin terhadap janji Alloh -pent).

Dan di sisi yang lain Alloh azza wa jalla menjelaskan kepada kita mengenai kondisi orang-orang munafik, dimana Alloh azza wa jalla berfirman;

“Saat itu orang-orang munafik dan orang-orang yang berhati dengki kepada orang-orang mukmin berkata, ‘Pertolongan yang Alloh dan Rosul-Nya janjikan kepada kita hanyalah dusta belaka’. Saat itu sebagian orang-orang munafik berkata, ‘Wahai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada lagi tempat berlindung bagi kalian dari serangan musuh. Karena itu kembalilah kalian ke rumah –rumah kalian.’ Sebagian orang-orang munafik meminta izin kepada Nabi. Orang munafik itu berkata, ‘Rumah-rumah kami kosong tanpa ada yang menjaga.’ Padahal sebenarnya rumah orang munafik itu tidak kosong. Orang-orang munafik hanya ingin melarikan diri dari medan perang.” (QS. Al Ahzab: 12-13).

Alloh azza wa jalla menggambarkan kepada kita bagaimana orang-orang munafik mengingkari janji Alloh azza wa jalla dan Rosul-Nya. Dapat kita lihat juga bagaimana mereka memukul mundur dan melemahkan semangat manusia dari berpartisipasi dalam jihad. Dan di samping itu juga alasan mereka kepada Rosululloh sholallohu ‘alahi wa sallam untuk meninggalkan jihad dan memilih untuk tinggal di rumah mereka (yakni untuk menjaga keluarga dan rumah mereka dari sergapan musuh. Sebagaimana hari ini sebagian besar kaum Muslimin memilih untuk meninggalkan jihad karena ingin menjaga keluarga dan rumah mereka dari musuh [orang-orang kafir, syaithon, kemiskinan, hawa nafsu, syubhat, syahwat, dll] atau yang sering diistilahkan dengan ‘men-jihadi keluarga’. –pent).

“Orang-orang kafir sangat benci kepada Islam. Karena itu Alloh binasakan mereka. orang-orang kafir itu tidak akan mendapatkan kebaikan sedikitpun di akhirat. Cukuplah Alloh yang memberikan kemenangan kepada orang-orang mukmin dalam perang melawan orang-orang kafir. Alloh Maha Kuat lagi Maha Perkasa untuk menolong kaum mukminin.” (QS. Al Ahzab: 25).

Kedua, yakni pertempuran yang terjadi pada masa Abu Bakar As-Sidiq radhiyallohu ‘anhu.

Pada masa Abu Bakar radhiyallohu ‘anhu, Islam telah menyebar dan mendominasi Jazirah Arab. Dimana banyak manusia masuk Islam, baik secara individu maupun secara berkelompok dan datang pula delegasi-delegasi ke Madinah untuk pembaitan dan menjalin hubungan.

Namun di saat itu pula, Rosululloh sholallohu ‘alahi wa sallam wafat. Dan dengan kewafatan Beliau sholallohu ‘alahi wa sallam, manusia tercerai-berai dan muncullah para pendusta yang mengaku sebagai Nabi, semisal Musailamah Al-Kadzab (sang Pendusta) dan Al-Aswad Al-Ansi. Banyak suku-suku melenceng dan membagi ajaran Islam seperti menolak membayar zakat. Bahkan tidak sedikit pula suku-suku yang murtad dari Islam. Dan diantara suku yang murtad, adalah suku Bani Ghatafan yang di pimpin oleh Uyaiynah bin Hisin, seseorang yang dihormati oleh Rosululloh sholallohu ‘alahi wa sallam. Dimana Rosululloh saw pernah memberi 100 ekor unta kepada mereka.

Karena saking banyaknya daerah yang murtad dari Islam, bahkan Sholat Jum’at pun (dimana merupakan hari raya Umat Islam –pent) hanya dilakukan di tiga kota yakni Mekah, Madinah dan di sebuah desa di wilayah Bahrain.

Dan di sisi lain dari peristiwa murtadnya manusia, orang-orang beriman tetap teguh dalam keimanannya dan terus melawan musuh-musuh Islam dengan ketabahan yang luar biasa. Dimana sepeninggal Rosululloh sholallohu ‘alahi wa sallam, Abu Bakar radhiyallohu ‘anhu-lah yang menggantikan kepemimpinan Islam. Dibawah slogannya yang terkenal yakni, “Ajaran Islam tidak akan berkurang selama saya masih hidup"; Abu Bakarpun menyusun rencana dan keputusan yang besar, yakni memerangi ahli riddah dan memerangi orang yang memisahkan antara sholat dan zakat, membagi ajaran Islam.

Di saat itu Abu Bakar banyak mengambil keputusan-keputusan yang sulit. Seperti, tetap mengirim pasukan Usamah bin Zaid, yang sebelumnya telah diberangkatkan Rosululloh sholallohu ‘alahi wa sallam untuk menyerang Bizantium; meskipun bahaya sedang mengancam Ibukota Madinah. Dan Beliau radhiyallohu ‘anhu memutuskan untuk mengirim seluruh pasukan Islam keluar Madinah. Sebagian menyerang Bizantium dan sisanya menyerang Murtadin.

Sebelas pasukan berbendera khususpun dikirim untuk memerangi Kaum Muslimin yang murtad dari agamanya. Kaum Muslimin berperang dengan sengitnya melawan para Murtadin hingga dapat menundukkan mereka. Dan catatan sejarahpun mencatat kepahlawanan mereka, semisal Thumamah ibn Uthal dari Bani Hanifa yang memerangi Musailamah Al-Kadzab. Dan juga Adiy bin Hatim yang berperan dalam menjaga Suku Tai dari kemurtadan.

Jadi setiap ujian dan cobaan yang datang akan membagi manusia dan menunjukkan jati diri keimanan seseorang, dan ini merupakan Sunatulloh yang difirmankan Alloh azza wa jalla pada Kitab-Nya yang Mulia;

“Wahai kaum Mukmin, siapa saja diantara kalian keluar dari Islam (murtad), maka Alloh akan mengganti kalian dengan kaum yang dicintai Alloh dan mereka mencintai Alloh. Mereka bersikap santun kepada orang-orang mukmin, tetapi keras kepada orang-orang kafir. Mereka berjihad untuk membela Islam dan sama sekali tidak takut pada celaan siapa pun. Itulah karunia Alloh yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Alloh Maha Luas RahmatNya dan Maha Mengetahui semua perbuatan kalian.” (QS. Al Maidah: 54).

Alloh azza wa jalla menerangkan kepada kita, bahwa jika kaum muslimin telah melenceng dan murtad dari ajaran Islam. Maka Alloh akan mengganti mereka dengan kaum yang baru, kaum yang memiliki lima karakteristik di atas, yakni: Alloh mencintai mereka dan merekapun sangat cinta kepada Alloh azza wa jalla, bersikap santun dan lemah lembut terhadap kaum mukminin, keras kepada orang-orang kafir, berjihad fi sabilillah dan mereka tidak takut celaan dan kecaman dari para pencela.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah radhiyallohu ‘anhu. berkata:

“Mereka (para pengganti itu) adalah kaum yang siap mengobarkan perang (jihad) melawan manusia yang telah membelakangi dan mengabaikan perintah Alloh azza wa jalla. Dan mereka adalah kaum yang selalu berusaha mengimplementasikan setiap ayat yang terkandung dalam Al-Qur’an pada diri mereka dan kepada sesama diantara mereka. Dan siapa saja yang bersyukur dan tetap teguh dalam ajaran agamanya, maka mereka itulah yang disebut sebagai ‘kaum yang mana Alloh dan Rosul-Nya mencintai mereka dan merekapun sangat cinta kepada Alloh dan Rosul-Nya.

Dan mereka itulah yang akan mengobarkan perang kepada manusia yang telah mengabaikan perintah-Nya lagi membagi ajaran-Nya; dengan mengambil sebagian ajaran Islam dan meninggalkan sebagian lainnya. Manusia yang mengkorupsi ayat-ayat Alloh untuk kepentingannya sendiri. Meskipun manusia yang membelakangi perintah Alloh azza wa jalla itu, berasal dari kaum Muslimin dan pernah mengucapkan dua kalimat syahadat. Dan mereka mengklaim sebagai seorang Muslim namun tidak mau mengikuti Syariat Islam.”

Syaikhul Islam radhiyallohu ‘anhu mengatakan bahwa Abu Bakar As -Sidiq radhiyallohu ‘anhu dan para sahabatnya adalah kaum yang memiliki karakteristik yang disebutkan oleh Alloh azza wa jalla dalam ayat tersebut. Yakni mereka berjihad fi sabilillah dan mereka tetap teguh dalam kebenaran pada masa riddah. Dan beliau radhiyallohu ‘anhu mengatakan bahwa jihad melawan bangsa Tartar yang mana mereka mengaku sebagai Muslim dan berpenampilan Islam; adalah serupa dengan jihadnya Abu Bakar radhiyallohu ‘anhu dan para sahabatnya melawan Kaum Muslimin yang murtad yang telah membagi syariat Islam.

Adapun hikmah yang dapat kita ambil dari ujian dan cobaan yang diberikan Alloh kepada para hamba-Nya, yakni:

Pertama: Alloh azza wa jalla hendak memisahkan antara kaum mukminin dengan orang-orang munafik dan para pencela. Lalu memilih diantara hamba-Nya yang terbaik untuk berjihad mengalahkan orang-orang kafir dan menjadikan sebagiannya sebagai syuhada. Sebagaimana firman-Nya,

“…. Kemenangan dan kekalahan dalam peperangan Kami gilirkan di antara manusia. Alloh ingin memberi bukti kepada kaum Mukmin dan menjadikan sebagian di antara kalian sebagai syuahada. Alloh tidak mencintai orang-orang (munafik) yng enggan berjihad, karena hal itu adalah kedzaliman. Alloh ingin membersihkan orang-orang mukmin dari dosa-dosanya. Sebaliknya Alloh akan menghancurkan orang-orang kafir sedikit demi sedikit karena dosa-dosa mereka.” (QS. Al Imran: 140-141).

Dan Alloh azza wa jalla juga berfirman;

“…. Begitulah ketetapan Alloh. Sekiranya Alloh menghendaki orang-orang mukmin menang, niscaya mereka dimenangkan tanpa perang. Akan tetapi Alloh ingin menguji sebagian orang mukmin dengan peperangan melawan orang-orang kafir…” (QS. Muhammad: 4).

Jika kita perhatikan akhir-akhir ini, kita dapat melihat bahwa Aliansi Zionis-Salibis telah menyerang dan memerangi Umat Islam di seluruh pelosok negeri, terutama di Yaman, Afganistan, Maghrib dan Somalia.

Invasi yang mereka lakukan tidak lain karena keinginan orang-orang Kafir untuk menimpakkan keburukan kepada Umat Islam. Yakni keinginan mereka untuk menjadikan Umat Islam menjadi Kufur dan menjauh dari agamanya. Sebagaimana yang telah dijelaskan Alloh azza wa jalla;

“Wahai Kaum Mukminin, orang-orang munafik dan kafir sangat ingin kalian menjadi kafir sebagaimana mereka, sehingga kalian sama dengan mereka ….” (QS. An Nisa: 89).

Dan satu lagi alasan mereka, yakni mereka tidak ingin kaum mukmin hidup dalam keadaan yang mapan baik dari segi keamanan, pembangunan maupun derajat kehidupannya.

Ketika mereka melihat apa yang dapat dicapai oleh di daerah Wilayah Islam (Somalia). Dimana para Mujahidin dalam waktu singkat dapat meningkatkan derajat kehidupan masyarakat di bawah naungan Islam. Mulai dari peningkatan produksi pertanian, pengembangan usaha komersial, keamanan masyarakat, administrasi, pelayanan public, menegakkan keadilan dan peradilan, memerangi para penjahat, berdakwah dan mendidik masyarakat, menghidupkan kembali ritual-ritual agama seperti berjilbab dan sholat Jama’ah, hingga merekonsiliasi dan mempersaudarakan antar suku-suku yang bertikai dengan ajaran Islam. Dan semua itu dapat dilakukan para Mujahidin tanpa bantuan lembaga asing manapun. Dan inilah yang tidak dapat di toleransi oleh Aliansi Kekafiran Global, sehingga dijadikan alasan mereka untuk melakukan invasi.

Ketahuilah wahai kaum Muslimin, tujuan dari Aliansi Kekafiran Global ini yakni ingin membuat Umat kita dalam kondisi “hidup segan matipun tak mau”. Mereka ingin membuat Umat kita merasa bersalah dan menyesal jika tidak meminta bantuan ataupun tidak melibatkan mereka.

Bahkan mereka juga ingin menjadi satu-satunya pengatur dan pengendali rizki yang dilimpahkan kepada Umat ini (atau dengan kata lain mereka ingin menjadi Tuhan yang mengendalikan rizki, dengan menentukan siapa yang berhak mendapat rizki dan siapa yang tidak, siapa yang makmur dan siapa yang sengsara -pent). Dan cukuplah bagi kita dengan melihat realita yang ada, dimana mereka menjadikan Umat yang kaya dengan sumber daya ini, menjadi simbol kemiskinan, kelaparan dan kekurangan gizi di mata bangsa-bangsa lain.

Mereka rampas setiap sumber ekonomi dari umat ini, mereka larang perdagangan kebutuhan hidup dan melarang ekspor hasil pertanian. Dan ketika mereka melihat ternyata Umat ini masih bisa menggeliat, maka mereka gulung perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan Umat ini. Dan ketika umat ini sekarat dan butuh bantuan dari saudaranya, mereka sekali lagi menyerang dengan mengusir lembaga bantuan Islam dan menggantinya dengan badan-badan bantuan Kristen. Dimana lembaga Kristen sangat memusuhi Islam.

Lalu Aliansi Kekafiran Global mulai menyerang lagi dengan menyebarkan sikap tamak pada Umat yang tengah terjepit ini, dengan mengajarkan untuk mengkorupsi bantuan tersebut. Walaupun bantuan yang diberikan ternyata bahan pangan maupun makanan yang sudah busuk dan kadaluarsa, yang menyebabkan gangguan kesehatan pada masyarakat. Tidaklah yang mereka berikan kecuali keburukan dan keburukan saja.

Hari ini mereka mencoba menonaktifkan dan mematikan sumber perekonomian Umat ini yakni pada sector perdagangan. Dimana mereka berusaha menjual barang bekas atau expired mereka dengan harga murah untuk menjatuhkan produk dagang Umat ini. Dengan slogan mereka “Pasar Bebas” atau “Pasar Global”.

Maka apakah dengan semua kejahatan tersebut, mereka ingin berusaha meyakinkan kita bahwa mereka datang untuk membantu Umat ini. Itulah sebabnya kita harus mengetahui bahwa tujuan jihad kita ini, yakni mencari ridho Alloh azza wa jalla dan mendirikan ke-Khilafahan Islam dan menjadikan Umat ini hidup di bawah keadilan dan panji-panji Tawhid. Dimana tujuan pendirian Daulah Islam itu, yakni untuk mencapai tujuan syariah Islam yang tidak lain untuk melestarikan agama, menjaga jiwa, akal, harta dan menjaga kehormatan.

Dan Daulah Islam tidak akan tegak, kecuali dengan pengorbanan baik harta maupun jiwa yang tidak sedikit. Dan untuk mencapai tujuan besar ini akan membuat kubu kekafiran dan pendukungnya marah dan berusaha memeranginya.
Kekuasaan dan tegaknya Daulah Islam akan didapat setelah Alloh azza wa jalla menyaring dan memilih manusia-manusia terbaik dari Umat-Nya untuk mengemban tugas itu. Inilah jalan para Nabi dan pembaharu, dimana mereka telah merasakan seluruh ujian dan cobaan di jalan-Nya. Nabi Nuh ‘alaihi salam, Yunus ‘alaihi salam, Yahya ‘alaihi salam dan Musa ‘alaihi salam; mereka semua telah merasakan ujian dan cobaan yang dasyat dari kaumnya. Nabi dan Rosul Alloh mereka disakiti, terluka, berhijrah dan terbunuh di jalan ini.

Imam Syafi’i radhiyallohu ‘anhu pernah ditanya; “Mana yang lebih baik bagi manusia, diberi kekuasaan atau diuji?” Imam Syafi’i radhiyallohu ‘anhu mengatakan.”Manusia tidak akan diberi kekuasaan melainkan setelah diuji”. Alloh azza wa jalla berfirman;

“Apakah manusia menyangka bahwa mereka dibiarkan berkata, ‘Kami beriman’, tanpa diberi cobaan sedikitpun? Sungguh orang-orang mukmin dahulu telah Kami beri berbagai coban. Dengan cobaan-cobaan itu Alloh tampakkan siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang palsu imannya.” (QS. Al ‘Ankabut: 2-3).

Saya katakan kepada para Mujahidin, selamat dan kabar gembira bagi kalian karena Alloh azza wa jalla telah memilih dan memberi hidayah pada kalian. Dimana Rosululloh sholallohu ‘alahi wa sallam pernah bersabda, “ … Adalah lebih baik baginya daripada melakukan sholat di rumahnya selama tujuh puluh tahun. Dan apakah kalian tidak ingin Alloh mengampuni kalian dan memasukkan kalian ke dalam Jannah-Nya? Yakni dengan kalian berperang di jalan Alloh selama waktu memerah susu unta (sebentar), maka wajib bagi kalian Jannah-Nya.”

Dan Beliau sholallohu ‘alahi wa sallam juga bersabda, “Siapa yang beribath satu malam maka pahalanya sama dengan orang yang berpuasa dan sholat seharian.” Jadi bersabarlah dan kuatkan kesabaran kalian. Karena kalian sedang menunggu dua kebaikan yakni kemenangan dan mati syahid.

Alloh azza wa jalla berfirman;

“Wahai Muhammad, katakanlah, ‘Wahai kaum Munafik, apakah kalian menantikan nasib buruk bagi kamu, kaum Mukmin? Padahal kami berada pada salah satu dari kebaikan, yakni menang atau mati syahid. Kami menantikan Alloh mengadzab kalian dengan adzab dari sisi-Nya atau melalui tangan-tangan kami. Karena itu, nantikanlah. Kami bersama kalian selalu menanti datangnya adzab Alloh kepada kalian.” (QS. At-Tawbah: 52).

Amerika dulu pernah menginvasi Negara ini (Somalia) dan merekapun dikalahkan, Ethiopia datang lalu pergi sebagai pecundang. Dan sekarang AMISOM akan mengambil jalan serupa dengan para pendahulunya, bahkan akan mendapat yang lebih buruk lagi, insyaAlloh hal itu telah kita mulai.

Carilah bantuan wahai Saudaraku dengan Taqwa dan Dzikir kalian. Dan perbanyaklah membaca Al-Qur’an. Jalinlah ukhuwah dengan saudaramu dan taatlah pada Amir kalian. Sebagaimana Umar bin Khotob radhiyallohu ‘anhu ketika menasihati salah satu komandan yang diutusnya yakni Saad bin Abi Waqash radhiyallohu ‘anhu, yakni:

“Aku perintahkan kepadamu dan pasukanmu untuk selalu berdzikir dan mengingat Alloh dalam semua kondisi. Dan bertaqwalah kepada Alloh karena itu merupakan sebaik-baik senjata dan strategi dalam menghadapi pertempuran. Dan saya memerintahkan kepadamu dan pasukanmu untuk menjauhi segala perbuatan dosa, dan takutkanlah dirimu dan pasukanmu terhadap dosa lebih dari ketakutan kalian terhadap musuh kalian. Dan janganlah perbuatan dosa kalian melebihi perbuatan dosa musuh kalian. Dan mintalah kepada Alloh untuk membantu dirimu sendiri dari menjauhi dosa sebagaimana permintaan kalian untuk menolong kalian dari musuh.”

Rosululloh sholallohu ‘alahi wa sallam bersabda, “Dengarlah dan taatlah kepada pemimpin kalian, baik dalam keadaan sulit mapun mudah, dalam apa yang kalian sukai maupun benci. Bahkan jika kalian diabaikan atau dilupakan.”

Imam Nawawi radhiyallohu ‘anhu berkata, “Para Ulama menjelaskan kewajiban taat kepada Pemimpin (Amir) dilakukan bahkan terhadap sesuatu yang dibenci oleh jiwa kita selama tidak dalam perkara dosa. Bahkan jika keputusan Amir terpengaruh dengan urusan dunia maupun ego pribadinya (Tidak menguntungkan kita –pent). Yang berarti mendengar dan taat bahkan ketika Amir dimonopli perkara keduaniawian dan tidak memberikan hak anda yang berada dalam tangannya (asal tidak dalam maksiat -pent).”

Imam Nawawi radhiyallohu ‘anhu juga mengatakan, “Hadits ini mendorong kita untuk mendengar dan taat dalam segala kondisi, karena Muslim itu adalah satu kesatuan. Dan perbedaan pendapat merupakan penyebab perpecahan dan merusak kondisi di dunia dan akhirat kelak.”

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah radhiyallohu ‘anhu mengatakan, “Mematuhi Pemimpin / Penguasa merupakan suatu kewajiban karena Alloh memerintahkan untuk mentaati mereka. Dan siapa yang taat dan patuh pada Pemimpin maka dia telah taat dan patuh pada Alloh dan Rosul-Nya dan Alloh kelak akan membalasnya dengan pahala yang baik. Dan Barangsiapa yang taat pada Pemimpin karena mencari kedudukan dan harta. Atau taat karena perintah maupun larangan yang diberikan merupakan sesuatu yang disenangi oleh jiwanya dan menolak taat jika hal itu tidak disenangi jiwanya. Maka kelak dihari kiamat, tidak ada kebahagiaan baginya.” Lalu Ibn Taimiyah radhiyallohu ‘anhu menukil hadits Abu Huroiroh radhiyallohu ‘anhu dalam Shohihain, yakni: “Tiga jenis orang yang Alloh tidak akan berbicara dan melihat kepada mereka di Yaumul Hisab; dan akan mengacuhkan mereka. Dimana mereka akan mendapat siksa yang sangat berat, yakni…. Dan seseorang yang memberikan bai’at kepada Imam hanya karena perkara dunia. Lalu jika dia mendapatkan yang dia inginkan maka dia akan taat dan jika dia tidak diberi maka dia tidak mematuhinya.”

Rosululloh sholallohu ‘alahi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ahamd, “Aku perintahkan kalian dalam lima perkara, yakni Al-Jama’ah, Mendengar, Taat, Hijrah dan Jihad fi Sabilillah. Dan barangsiapa yang keluar dari Al-Jama’ah walau seluas rentang tangan maka dia telah meninggalkan ikatan Islam dari lehernya, sampai ia kembali lagi. Dan siapapun yang menyeru dengan seruan jahiliyah (fanatisme kenegaraan dan ikatan-ikatan sejenisnya). Maka dia kelak akan menjadi kerak di Jahanam, bahkan meskipun dia sholat, berpuasa dan menyatakan dirinya Muslim.”

Mari kita pahami, bahwa kita itu berada di salah satu dari front-front Islam. Jadi jangan mengabaikan dari peran masing-masing kita. Saya katakan kepada para Mujahidin di baris terdepan yang berhadapan dengan musuh, bangkitlah untuk kemenangan yang telah dijanjikan Alloh azza wa jalla. Dimana Alloh azza wa jalla telah berfirman;

“Sungguh telah Kami tetapkan dalam Zabur dan di Lauhul Mahfudz sebelumnya, bahwa sesungguhnya bumi ini akan diwariskan kepada hamba-hambaKu yang sholih.” (QS. Al Anbiya: 105).

Dan Alloh azza wa jalla juga berfirman;

“Kami pasti akan menolong Rosul-rosul Kami dan orang-orang yang beriman baik dalam kehidupan dunia maupun di hari berdirinya para saksi.” (QS. Al Ghofir: 51).

Seruan

Saya mengingatkan pemerintahan di Wilayah Islam (wilayah yang dikuasai Mujahidin Somalia) bahwa alasan musuh menyerang kita, yakni dikarenakan kedengkian mereka ketika melihat kemakmuran yang kita nikmati ketika menerapkan Syariat Islam. Maka dari itu kita harus siap untuk membela Syariat Alloh dan juga darah, harta dan kehormatan kaum Muslimin.

Kita harus mendorong dan membangkitkan semangat (tahridh) Umat Islam di Wilayah Islam untuk bersama-sama melakukan jihad melawan musuh. Alloh azza wa jalla berfirman, “Berperanglah di jalan Alloh, tidaklah dibebani berperang kecuali untuk dirimu sendiri. Dan bangkitkanlah semangat kaum Mukminin. Semoga dengan hal itu Alloh akan menghalau kalian dari kejahatan orang-orang kafir. Karena sesungguhnya Alloh Maha Kuat lagi keras hukuman-Nya.” (QS. An-Nisa: 84). Karena Alloh menghalau musuh kita dengan dua hal yakni: dengan membangkitkan semangat berjihad (men-tahridl) Umat dan memerangi musuh.

Alloh azza wa jalla menegur kita atas kelalain kita dalam berjihad dan men-Tahridh kita, untuk memperjuangkan dan menyelamatkan perempuan dan anak-anak kita dari penindasan orang-orang Kafir. Dimana tangan najis mereka telah berlumuran darah ketika menyiksa dan menyakiti anak dan perempuan kita.

Dan saya serukan kepada setiap suku-suku Muslim Somalia dimanapun mereka berada, untuk melancarkan jihad menghadapi musuh dan mengorbankan jiwa dan harta mereka. Demi menjaga agama, Negara dan identitas mereka sebagai seorang Muslim. Rosululloh sholallohu ‘alahi wa sallam bersabda; “Jika setiap orang meninggalkan jihad, maka Alloh akan mengirimkan adzab kepada mereka semua.”

Dan Alloh berfirman;

“Wahai Kaum mukmin, pergilah kalian berperang dengan senang hati atau berat hati. Berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa kalian untuk membela Islam. Demikian itu lebih baik bagi kalian daripada dikuasai musuh, jika kalian menyadari besarnya pahala berjihad.” (QS. At-Tawbah: 41).

Karena sejak dahulu orang-orang kafir tidak pernah menginginkan kebaikan untuk kita. Alloh azza wa jalla berfirman;

“ …. Golongan kafir selalu memerangi kalian sampai kalian meninggalkan agama kalian, sekiranya mereka dapat melakukannya. Wahai kaum Mukmin, siapa saja yang keluar dari Islam dan mati dalam keadaan kafir, semua kebaikannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat. Mereka menjadi penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqoroh: 217).

Syaikh Sulaiman berkata ketika mengomentari ayat ini;

Alloh azza wa jalla tidak mengizinkan bagi siapapun “mengakui” eksistensi kekufuran dan membiarkan kekufuran tersebut, lantaran harta maupun ketakutan semata. Bahkan bisa dianggap murtad, orang yang “mengakui” eksistensi kekufuran setelah kalah dalam melawan kekufuran tersebut lalu secara terpaksa harus “mengakui”nya. Lalu bagaimana dengan orang yang dengan suka rela tanpa berjuang, “mengakui” kekufuran dan berteman dengan pengusung kekufuran itu? Praktik hukum syar’i-nya lebih berat lagi.

Kita harus sadar bahwa orang-orang Kafir tidak akan pernah senang dengan kita. Maka berhati-hatilah terhadap agen-agen Kuffar dan orang-orang munafik. Dan janganlah pernah menjadikan mereka sekutu karena mereka bukanlah sekutu.
Sejarah hari ini akan merekam. Dan akan merekam siapakah yang benar-benar dalam keislamannya dan menolong Agama-Nya dan siapakah yang munafik. Maka dari itu kami berharap dari suku-suku Muslim yang ada, tetap mendukung Islam dan Kaum Muslimin yang secara tulus berjihad bersama mereka.

Sebagai penutup, kami yakinkan bahwa janji Alloh itu selalu berlaku, dimana kemenangan akan diraih kaum Muslimin dan kekalahan akan dirasakan orang-orang Kafir. Dimana Alloh azza wa jalla berfirman;

“Kaum Kafir mendermakan harta mereka untuk menyesatkan manusia dari agama Alloh. Kaum Kafir yang telah mendermakan hartanya untuk menyesatkan manusia, mereka akan menyesal. Kemudian di medan perang, kaum kafir akan dikalahkan oleh Kaum Mukmin. Dan orang-orang kafir di akhirat kelak akan dikumpulkan di neraka Jahanam.” (QS. Al-Anfal: 36).

Ya Alloh bantulah Mujahidin dan Murabitin di garis depan.
Ya Alloh teguhkanlah kaki-kaki mereka dan tepatkanlah bidikan dan strategi mereka.
Ya Alloh sembuhkan luka-luka mereka dan terimalah mereka sebagai syuhada-Mu
Ya Alloh, Yang menurunkan Al-Qur’an, Dzat Yang Maha Cepat Hisab-Nya, Yang Menggerakkan awan, Yang Menurunkan Hujan, Yang mengalahkan pasukan Ahzab (Aliansi)… Hancurkanlah orang-orang Kafir, Murtadin dan Munafiqin. Dan menangkanlah kami atas mereka.

Walhamdulillahi robbil 'alamiin.

Doakan Mujahidin dalam Doa Shalih Kalian
Saudara-saudara kalian di :

Di sini kita bermula dan di ma’rokah kita kan berjumpa
h t t p : / / w w w . a l – b u s y r o . o r g / v b

= = =

untuk download
password

12Gqj^51HAkjIhad

[ DOC + PDF ]

1.71 MB
MD5 : c236b940681ba470baf3c79e4c4991e7

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Download Download Ebook Jihad : Pidato Syaikh Mukhtar Abu Az-Zubair"

Posting Komentar