Sekulerisme Keras Dan Sekulerisme Moderat

Berikut Tausiyah Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) saat dikunjungi beberapa waktu yang lalu di Nusakambangan. Dalam kesempatan tersebut beliau menjelaskan bahaya sekulerisme, baik yang keras maupun moderat dan menjelaskan mengapa SBY pantas disingkat menjadi Susilo Budak Yahudi.

Sekulerisme Terbagi Menjadi 2 :

Sekulerisme Keras : 
Sekulerisme keras seperti yang diterapkan negara-negara komunis dalam bentuk memerangi keberadaan agama secara totalitas bukan hanya menolak pemberlakuan syariah dalam negara bahkan kehidupan beragama masyarakat tidak diberi ruang.

Sekulerisme Moderat : 
Sekulerisme Moderat seperti yang diterapkan negara-negara demokrasi pada umumnya dan ini lebih berbahaya daripada yang pertama, kenapa demikian?. Karena sekulerisme moderat masih membolehkan kehidupan beragama bahkan difasilitasi dengan nama departemen agama sehingga menimbulkan subhat(ke-rancuan) dalam pandangan kaum muslimin seolah-olah negara ini baik padahal sama saja jahatnya dengan negara komunis sama-sama menolak syariat Allah.

Agama hanya dikotakkan dalam departemen agama seolah-olah yang diatur oleh Islam hanya masalah nikah dan cerai saja. Pada hakikatnya negara demokrasi juga menolak pemberlakuan syariah dalam bernegara. Sekulerisme model kedua ini lebih berbahaya karena menimbulkan perpecahan dikalangan umat, umat tidak bersatu karena merasa sudah cukup puas dengan kotak departemen agama. Umat tidak bersatu karena merasa agamanya telah diagungkan dan tidak diperangi padahal agama dikotakkan dengan kotak departemen agama saja tidak bisa lebih.

Maka jangan heran kalau kita mendengar pemimpin negara sekulerisme moderat semisal indonesia mendapat medali ksatria salib (The Knight Grand Cross, dan gelar "Statesman", editor ) dan herannya ia merasa bangga karena dianggap ksatria salib yang menjaga kepentingan yahudi dan barat di indonesia.

Padahal gelar-gelar yahudi tersebut diberikan kepadanya sebagai alat untuk menghasut dia memerangi umat islam indonesia sehingga budak yahudi satu ini namanya memang pas disebut “Susilo Budak Yahudi”.

Dan saya heran pada para da’i, ustadz, kyai dan habib yang masih mengakui pancasila padahal pancasila itu wahyu syaithan yang memecah-belah umat.

Allah berfirman:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan bahwa adalah jalan-Ku inilah jalan yang lurus maka ikutilah jalan tersebut, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan yang lain tersebut mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya yang satu. Yang demikian itu di-perintahkan Allah agar kamu bertakwa”.(QS. Al-An’am[6]: 153).

عن عبد الله قال: خط لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم خطا ثم قال: “هذا سبيل الله، ثم خط خطوطا عن يمينه وعن شماله، وقال: هذه سبل على كل سبيل منها شيطان يدعو إليه” ثم قرأ” “وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه” الآية (أخرجه الدارمي، وصححه الحاكم، ووافقه الذهبي (

Dari Abdullah bin Mas’ud, beliau menuturkan: “Rasulullah menuliskan kepa-da kami sebuah garis lurus kemudian bersabda: “ini jalan Allah” kemudian beliau menuliskan garis-garis dikanan dan kirinya dan bersabda: “jalan-jalan ini pada setiap jalannya ada syaithan yang menyerukan kejalan tersebut” kemudian beliau membacakan ayat[6: 153].

Sebab Umat Islam Terpecah Belah


Karena ikut-ikutan jalan selain jalan Allah maka jalan-jalan tersebutlah yang memecah-belah umat. Saya berpendapat huruf “fa” pada kata “fatafarraqo” dalam ayat tersebut “fa sababiyah” (huruf ‘fa’ yang menerangkan sebagai sebab) sehingga tafsiran ayat tersebut “karena kamu mengikuti jalan-jalan syaitan yang menyesatkan seperti demokrasi, nasionalisme, komunisme, sosialisme, kapitalisme, pancasila dan isme-isme lainnya yang menyebabkan kamu tercerai-berai, terpecah-belah dari jalan Allah yang satu”.

Allah menyebutkan bahwa jalan-Nya yang selamat cuma satu, “fattabi’-uuhu”(maka ikutilah oleh kalian ia), dhomir (kata ganti) dari “sabilullah” dalam ayat tersebut dinyatakan dengan “dhomir mufrod” (kata ganti tunggal) yang menerangkan kalau jalan Allah itu Cuma satu. Sementara jalan-jalan yang menyimpang tersebut banyak seperti demokrasi, nasionalisme, pancasila, komunis.

Dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud, Rasulullah bersabda: ‘alaa kulli sabiilin minha syaithon yad’uu ilaihi”( pada setiap jalannya ada syaithan yang menyerukan kejalan tersebut). Artinya pada setiap isme tersebut ada da’i-da’i, ustadz-ustadz, kyai-kyai dan ulama-ulama’ su’ yang menyerukan manusia untuk ikut kejalan batil tersebut. Diantaranya sekarang yang paling jelas adala ‘sa’id ghoiru aqil siroj’ yang mendewa-dewakan pancasila. Silahkan saudara merujuk ke buku “ulama akhir zaman” Hal: 60 untuk men-dapatkan keterangan tentang ini, yaitu perbedaan antara da’i robbaniy dan da’i syaithoniy.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sekulerisme Keras Dan Sekulerisme Moderat"

Posting Komentar