Polytheisme Dalam Sila Pertama Pancasila

Segala sesuatu yang disembah disebut Tuhan

Indonesia Negara Kepulauan. Maksudnya adalah indonesia terdiri dari banyak pulau. Selain pulau, Tuhan juga ada banyak. Tuhan angin, tuhan laut, tuhan yesus, tuhan anak, tuhan bapak, tuhan ibu, tuhan sang hyang widhi, tuhan manusia, tuhan gunung, tuhan pohon, tuhan sidharta budha gautama, Tuhan kong hu cu, tuhan gusti, tuhan hutan, tuhan kejawen, tuhan kebatinan, dan lain sebagainya. Dari uraian tersebut, maka dapat dipahami bahwa Sila pertama pancasila, Ketuhanan Yg Maha Esa, maksudnye adalah : Indonesia terdiri dari banyak Tuhan, dan Tuhan-tuhan tersebut dipersatukan dalam Pancasila oleh Burung Garuda.

Seorang tidaklah dapat disebut sebagai Pancasilais jika hanya mengakui bahwa Tuhan Cuman Satu, yaitu Alloh SWT. Karena itu berarti dia tidak ber-pancasila. Maka orang seperti ini, tidak layak tinggal dan hidup di indonesia sampai dia mengakui bahwa Tuhan itu ada banyak. Sampai dia mengakui bahwa Burung Garuda dengan Bhineka Tunggal Ika-nya tersebutlah yang layak dipedomani dan ditaati. Jadi dapat kita katakan, Pancasila itu sendiri bertuhan kepada Burung Garuda.

Tuhan Burung Garuda inilah yang menyatukan Tuhan-tuhan yang ber-aneka ragam tersebut, dengan Motto : Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Berbeda bahasa, berbeda tuhan, berbeda agama, berbeda suku, tetapi tetap satu yaitu Bangsa Indonesia tanah tumpah darah.

Gradasi Intensitas Indoktrinasi

Bahasa betawinye : dicekokin. Semenjak dari Sekolah Dasar, Anak-anak sudah harus memahami pancasila. Dahulu nama mata-pelajarannya PMP dan sekarang menjadi PPKN. PPKN ini harus lulus. Jika nilai PPKN jelek, bisajadi sang anak tidak naik kelas.

Bertentangan dengan Tauhid

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu'." (An-Nahl: 36)

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, 'Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku'." (Al-Anbiya': 25)

Setiap rasul selalu melalui dakwahnya dengan perintah tauhid uluhiyah. Sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Shalih, Syu'aib, dan lain-lain: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagi-mu selainNya." (Al-A'raf: 59, 65, 73, 85)

"Dan ingatlah Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya, 'Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepadaNya'." (Al-Ankabut: 16)

Dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam : "Katakanlah, 'Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyem-bah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (men-jalankan) agama'." (Az-Zumar: 11)

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam sendiri bersabda: "Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kewajiban awal bagi setiap mukallaf adalah bersaksi laa ilaaha illallah (tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), serta mengamalkannya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disem-bah) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu...". (Muhammad: 19)

gitu aje dehh :)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Polytheisme Dalam Sila Pertama Pancasila"

Posting Komentar