Selamat Karena Membaca



Ayat dan perintah pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah "Iqro" yang berarti "bacalah". Iqro bismirobbikalladzi kholaq ! Bacalah dengan Nama Tuhanmu Yang Menciptakan.

Fi’il amar (kalimat perintah) iqra ! (bacalah !) dalam firman Allah di atas tidak dijelaskan obyek (maf 'ul bih) nya. Hal ini dalam tinjauan ilmu Nahwu berarti bahwa perintah tersebut tidak ditujukan pada obyek tertentu melainkan memiliki makna yang bersifat umum. Sedangkan menurut ilmu balaghah, kalimat perintah ini tidak bersifat mutlaq melainkan muqayyat (bersyarat). Maksudnya bahwa perintah iqra (membaca) pada konteks ayat bukanlah membaca yang bebas nilai, tetapi harus dengan syarat tertentu. Dalam ayat ini syaratnya adalah "bismirabikaalladzi khalaq" (dengan nama Tuhanmu yang Maha Menciptakan). Inilah yang membedakan antara membaca yang bernilai ibadah dengan membaca yang penuh kesia-siaan.

Seseorang yang membaca akan memperoleh ilmu. Membaca Al-Qur’an berarti menimba ilmu dari Al Qur'an. Membaca alam berarti menggali pengetahuan dari alam. Membaca buku berarti berusaha memperoleh pengetahuan dari buku. Jadi, membaca tidak sekedar melihat atau mengeja bacaan tanpa mengetahui arti dan maknanya. Membaca akan membawa seseorang pada kebenaran hakiki (Tauhid/Islam).

Marilah kita perhatikan 4 contoh sejarah anak manusia berikut ini :

ALEXANDER PERTZ
Ia adalah seorang anak amerika yang lahir pada tahun 1990. Kedua orang tuanya pemeluk agama nashrani. Dia hoby membaca. Ibunya memberikan dia aneka buku agama. Akhirnya Alexander Pertz memeluk Islam dan mengganti namanya dengan Muhammad Abdullah.

Mr. R.I. MELLEMA
Beliau adalah Kepala Bagian Islam pada Tropical Museum di Amsterdam, belanda. Beliau pengarang buku “Wayang Puppets”, “Grondwet van Pakistan”, “Een Interpretatie van de Islam” dan lain-lain. Ia mulai belajar bahasa-bahasa Timur di Universitas Leiden pada tahun 1919. Ia sering mendengarkan ceramah-ceramah Prof. C. Snouck Hourgronye, seorang ahli bahasa Arab terkenal. Kemudian ia belajar bahasa Arab. Beliau membaca dan kemudian menerjemahkan Tafsir Baidlawy dan kitab-kitab imam Ghazali tentang hukum/syari’at. Beliau membaca sejarah dan lembaga-lembaga Islam yang ditulis dalam buku-buku orang Eropa, sebagaimana biasanya yang lazim dilakukan oleh ilmuwan pada masa itu.

Diawali dari membaca dan memperoleh sedikit pengetahuan tentang Islam Mr. R.I. MELLEMA akhirnya memeluk Islam dalam perjalanannya di Pakistan.

MAHMUD GUNNAR ERIKSON
Ia orang swedia. Seorang sahabat baiknya pernah membacakan kepadanya Kitab Suci Al-Qur’an dan menerangkan sebagian isinya. Kemudian GUNNAR ERIKSON berusaha untuk mendapatkan terjemahannya dalam bahasa Swedia dan mulailah dia membacanya. Karena dia mendapatkannya sebagai pinjaman dari sebuah perpustakaan umum, maka tidak dapat memegangnya lebih dari dua minggu. Karena itulah dia terpaksa meminjamnya kembali berulang-ulang. GUNNAR ERIKSON mengakui bahwa setiap kali membacanya, bentambahlah keyakinan kepada kebenaran isi Al-Qur’an. Sampai pada suatu hari bulan Nopember tahun 1950 ia-pun memutuskan untuk memeluk Islam.

ALI SELMAN BENOIST
Ia adalah seorang Doktor dalam ilmu kesehatan, berasal dari keluarga Perancis Katolik. Pekerjaan yang dipilihnya ini telah menyebabkan dia terpengaruh oleh corak kebudayaan ilmiah yang tidak banyak memberikan kesempatan dalam bidang kerohanian. Ini tidak berarti dia tidak percaya atas adanya Tuhan. Yang dimaksud ialah karena dogma-dogma dan peribadatan Kristen, khususnya Katolik, tidak membangkitkan pengertian dalam jiwanya atas adanya Tuhan. Karena itulah maka nalurinya atas Ke-Esaan Tuhan telah membuatnya tidak percaya dengan dogma Trinitas, dan dengan sendirinya juga atas ketuhanan Yesus Kristus.

Sebelum memeluk dienul Islam, dia telah percaya atas kebenaran kalimat syahadat pertama yang berbunyi ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH dan ayat-ayat Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas yang berbunyi:
"Katakanlah: Dia itu Allah adalah Satu (Esa); Allah adalah Pelindung. Dia tidak melahirkan anak dan tidak pula dilahirkan sebagai anak, dan tidak ada sesuatu yang menyerupai Dia." — Al-Ikhlash 1-4.

Berikut pengakuannya yang ditulis dalam buku "Mengapa Kami Memilih Islam" yang dterbitkan Oleh Rabithah Alam Islamy Mekah :

"Adapun titik berat dan sebab pokok saya memeluk agama Islam ialah Al-Qur’an. Sebelum saya memeluk Islam, saya membaca dan mempelajarinya dengan semangat kritik intelektual Barat, dan saya banyak terpengaruh oleh sebuah buku besar yang saya baca karangan Tuan Malik Bennabi yaitu "Addzahiratul-Qur’aniyah" (Le Phenomene Coranique), sehingga yakinlah saya bahwa Al-Qur’an itu adalah wahyu yang diturunkan Allah. Sebahagian dari ayat-ayat Al-Qur’an yang diwahyukan lebih dari 13 abad yang lalu mengandung beberapa teori yang sekarang diketemukan oleh pembahasan ilmiah yang paling modern. Hal itu sudah cukup menyebabkan saya menjadi yakin dan percaya (Iman) kepada Syahadat bagian kedua: MUHAMMADUR’RASULULLAH."

Tentu saja masih banyak bukti-bukti sejarah lain yang semakna dengan 4 contoh di atas. Misalnya seorang ahli oceanografi (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis bernama Mr.Jacques Yves Costeau yang sering tampil di siaran televisi Discovery Channel. Dengan "membaca alam" beliau terselamatkan. Ini terjadi setelah menemukan dan melihat Sungai Dibawah Laut dengan mata kepalanya sendiri (ainul Yaqin) akhirnya beliaupun mendapatkan hidayah dan memeluk Islam. 

Demikianlah. Jadi tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk berhenti "MEMBACA" apalagi jika sedang  berada di depan internet. 

Wallohu a'lam bishowab !

al faqir aqse syahid

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Selamat Karena Membaca"

Posting Komentar